https://minahasa.times.co.id/
Pendidikan

Menhan Bahas Jalur Karier Khusus Bersama PPI Turki

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:30
Akankah Ada Jalur Karier Khusus untuk PPI Turki? Ini Jawaban Menhan Pembicaraan hangat antara PPI Turki dan Menhan RI di sela waktu makan siang. (Foto: PPI Turki)

TIMES MINAHASA, TURKI – Wacana pembentukan jalur karier khusus bagi lulusan Indonesia dari Turki mencuat dalam pertemuan antara Perhimpunan Pelajar Indonesia atau PPI Turki dan Menteri Pertahanan Republik Indonesia (9/1/2026). Usulan tersebut diarahkan untuk memperkuat penyiapan dan penyerapan sumber daya manusia unggul, khususnya di sektor industri pertahanan nasional.

Dalam forum tersebut, PPI Turki menyampaikan dua rekomendasi strategis yang menitikberatkan pada pembentukan jalur karier terstruktur serta penguatan ekosistem pembinaan pemuda berbasis industri pertahanan.

Usulan Defense Career Pathway dan Upskilling Terstruktur

Poin pertama yang diajukan adalah pembentukan Defense Career Pathway & Program Upskilling Terstruktur. PPI Turki mengusulkan agar Kementerian Pertahanan merancang jalur karier khusus (special recruitment channel) bagi lulusan terpilih dari Turki melalui program magang strategis dan rekrutmen terarah.

Skema tersebut diusulkan dapat diarahkan ke BUMN Pertahanan seperti PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, dan LEN, serta lembaga riset di bawah Kementerian Pertahanan. Selain itu, PPI Turki juga mendorong hadirnya bridging course atau program beasiswa pelatihan teknis untuk menjembatani tingginya biaya sertifikasi yang dibutuhkan industri pertahanan.

PPI-Turki-2.jpg

Melalui program ini, negara diharapkan memfasilitasi upskilling lulusan agar memenuhi standar BUMN Pertahanan maupun mitra strategis Turki seperti TUSAŞ dan Turkish Aerospace Industries (TAI).

“Nilai tawar lulusan Turki bukan hanya pada ijazah. Kami memiliki keunggulan penguasaan Bahasa Turki, adaptabilitas budaya, dan telah menyerap semangat kemandirian yerli ve milli selama bertahun-tahun. Dengan dukungan sertifikasi dari negara, kami siap menjadi jembatan teknologi yang efektif,” ujar Naura, perwakilan PPI Turki.

PPI Turki juga mengusulkan agar program tersebut disertai skema komitmen pengabdian pasca-pelatihan. Dengan demikian, negara memperoleh kepastian return on investment, sekaligus memberikan jaminan penempatan kerja bagi peserta setelah program selesai.

Dorong Ekosistem Pemuda Berbasis Industri Pertahanan

Poin kedua yang diusulkan adalah Adopsi Model Pembinaan Pemuda Berbasis Ekosistem Pertahanan, yang terinspirasi dari keberhasilan Turki membangun kemandirian industri pertahanan melalui ekosistem terintegrasi.

Model tersebut tercermin dalam ajang TEKNOFEST, yang menghubungkan mahasiswa, industri, dan negara dalam satu sistem. Pendanaan riset mahasiswa berbasis kebutuhan industri, keterlibatan aktif industri dalam pembinaan inovasi, serta jalur hilirisasi hasil riset menjadi elemen utama ekosistem tersebut.

Dalam konteks ini, PPI Turki menyatakan kesiapan untuk berperan sebagai mitra konseptor dan fasilitator transfer pengetahuan, khususnya dalam mereplikasi praktik terbaik yang relevan dan adaptif dengan kebutuhan pembangunan pertahanan Indonesia.

Jawaban Menhan

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Menteri Pertahanan RI menekankan pentingnya regenerasi praktisi muda berlatar belakang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) untuk memperbaiki birokrasi dan kinerja BUMN strategis.

Menurut Menhan, Indonesia tidak selalu membutuhkan figur dengan pengalaman puluhan tahun, melainkan talenta muda yang siap bekerja, berintegritas, dan mampu berkembang dalam jangka panjang. Pemerintah saat ini, kata dia, tengah menyiapkan mekanisme clearing house dan sistem cohort talenta muda untuk menyaring, membina, dan menempatkan SDM terbaik secara meritokratis.

“Masalah utama kita bukan pada kecerdasan intelektual, tetapi integritas, nasionalisme, dan mentalitas,” tegas Menhan, seraya mengingatkan potensi korupsi dan kooptasi yang dapat melemahkan institusi negara.

Ajakan Pulang dan Mengabdi untuk Negeri

Dalam kesempatan tesebut, Menhan juga mengajak mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk kembali dan berkontribusi di tanah air. Ia menegaskan bahwa pengguna utama pembangunan nasional adalah rakyat Indonesia.

“Kalau kamu bersaing di luar negeri, yang menjadi wasit adalah user yang menggaji kamu. Tapi kalau di dalam negeri, itu pemerintah dan atas nama rakyat yang menggaji,” ujarnya.

Turki disebut sebagai mitra strategis dan alternatif penting dalam pengembangan teknologi pertahanan. Menhan menilai, sejarah kontribusi Indonesia di masa lalu harus kembali dikejar melalui kerja nyata dan konsistensi.

Pidato tersebut ditutup dengan pesan agar generasi muda membangun karier secara bertahap, berani menghadapi risiko, serta tidak tergoda jalur instan tanpa fondasi kuat. Mahasiswa terutama anggota PPI Turki  juga diingatkan untuk tetap fokus pada hal-hal substansial dan tidak terjebak perdebatan yang tidak produktif di media sosial. (*)

Pewarta : Khodijah Siti
Editor : Khodijah Siti
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Minahasa just now

Welcome to TIMES Minahasa

TIMES Minahasa is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.